Kapolsek Kangayan Pimpin Peletakan Batu Pertama Monumen Tugu Rusa

0
45

24JAM.CO, SUMENEP- Setiap individu pasti dikaruniai kelebihan oleh tuhan untuk bisa berkreasi. Akan tetapi, tidak semua orang bisa merealisasikan atau mengeksekusi ide-ide brilian yang berkembang dalam pikirannya untuk menjadi nyata.

Namun berkat kerja keras, kegigihan dan kerja sama, ide ide brilian itu akan bisa terlaksana dan menjadi suatu karya yang mengagumkan.

Seperti Halnya yang ditunjukkan oleh Kapolsek Muda Kangayan Ipda Miftahol Rahman dalam
melaksanakan giat peletakan batu pertama Monomen Rusa yang terletak di pertigaan Dusun Kayu Waruh Desa Kangayan Kecamatan Kangayan Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur, Jumat 19/02/2021.

Kegiatan itupun tercipta atas sinergi apiknya dengan Plt Camat Kangayan, Forkopimka Kecamatan Kangayan. Kemudian ada Kanit Intelkam Aipda Niko Sutikno SH, serta Koramil Kangean 0827/18 Koptu Jon dan Koptu Andre, juga ada Kepala Desa Tembayangan Abd Rauf, Pj Kepala Desa Cangkramaan Daeng Mangimba dan terkahir ada Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat LSM Ketha Peduli yakni Anang.

Polsek Kangayan IPDA Miftahol Rahman SH mengatakan bahwasanya, pembuatan Monumen tugu Rusa tersebut adalah inisiatif dirinya dan PLT Camat Kangayan serta didukung oleh pemilik tanah dan semua Kepala Desa serta tokoh masyarakat dan juga tokoh agama.

“Monumen Tugu Rusa ini memang atas inisiatif saya dan PLT Camat Kangayan agar menjadi ikon atau lambang kepulauan Kangayan. Dan alhamdulillah semua tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat mendukung,” ujar Kapolsek yang dikenal familiar itu.

Ia juga mengungkapkan, alasanya menjadikan Monumen Tugu Rusa tersebut sebagai icon.

“Agar masyarakat tidak lagi membunuh dan menembak Rusa yang ada di Wilayah Kangayan ini. Karena Hewan tersebut merupakan hewan yang dijaga dan dilindungi oleh BKSDA,” tutur Kapolsek Ipda Miftahol

Lebih lanjut Bapak satu orang putra itu mengungkapkan bahwa dengan berdirinya monumen Rusa yang akan menjadi ikon Kepulauan Kangayan tersebut bisa lebih menciptakan kesadaran masyarakat bahwa hewan tersebut dilindungi.

“Monumen Tugu Rusa akan lebih memberikan kesadaran kepada masyarakat agar Hewan tersebut tidak lagi dibunuh atau dimusnahkan. Dan Kami sebagai Kapolsek akan terus bekerja sama dengan forkopimka dan semua elemen dan tokoh masyarakat untuk tetap menjaga agar Hewat tersebut tidak punah,” pungkas Ipda Mifataho Rahman SH. (Igsty /rois)

Tinggalkan Balasan