Mantan Kades Diduga Tilep DD.

0
43
Kegiatan Pelaksanaan Pembangunan Irigasi dan Pipanisasi Desa Didiri, Pamona Timur, Poso, Sulawesi Tengah yang terbengkalai.
Kegiatan Pelaksanaan Pembangunan Irigasi dan Pipanisasi Desa Didiri, Pamona Timur, Poso, Sulawesi Tengah yang terbengkalai.

24JAM.CO, POSO- Bau praktik korupsi Dana Desa (DD) di Desa Didiri, Pamona Timur, Poso, Sulawesi Tengah, di tengarai terjadi dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan irigasi dan pipanisasi desa sejauh 1 kilometer dengan nilai anggaran sebesar Rp.425 juta kabarnya, tidak selesai dikerjakan atau terbengkalai.

Menurut masyarakat setempat mengatakan, kegiatan pelaksanaan pembangunan irigasi dan pipanisasi desa di Tahun Anggaran 2020 lalu itu, tujuannya untuk memenuhi kebutuhan air di areal persawahan masyarakat Desa Didiri, tepatnya di Dusun Ompo karena selama ini masyarakat petani penggarap sawah kesulitan air dimasa tanam.

“Kami masyarakat di Desa Didiri sangat berharap air bisa mengalir dan dapat di airi melalui pipa-pipa tersebut, tetapi kenyataannya hanya menjadi mimpi belaka. Usai di laksanakan air tidak mengalir sampai ke sawah di Dusun Ompo. Itu tidak bisa di manfaatkan karena proyek itu terbengkelai dan pipanya tidak bisa berfungsi.” Ujar seorang masyarakat yang enggan di sebut namanya.

Di sinyalir beber sumber menjelaskan, penyebab tidak rampungnya pelaksanaan kegiatan pembangunan irigasi dan pipanisasi desa di Dusun Ompo, Desa Didiri karena di kerjakan sendiri oleh mantan Kades MR tanpa melibatkan perangkat desanya. Kuat dugaan sebagian dana pelaksanaan kegiatan proyek habis di tilep oknum mantan Kades Didiri tersebut.

Alih-alih bermanfaat untuk kepentingan masyarakat desa, di lokasi proyek tampak terlihat pelaksanaan pekerjaan berlepotan alias berantakan. Pemasangan pipa tidak ditanam, ini benar-benar dikerja asal jadi hanya memikirkan untung gede dan sudah merugikan masyarakat, karena asas manfaatnya tidak di rasakan para petani sawah.

“MR berakhir menjabat Kades Didiri 29 Desember 2020 lalu, dan pelaksanaan kegiatan pembanguna irigasi desa dan pipanisasi itu terbengkalai dan uangnya juga sudah habis. Pekerjaan itu rupanya di pihak ketigakan, inikan tidak di benarkan dalam aturan dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.” Jelas sumber.

Oleh karena itu, masyarakat Desa Didiri akan melaporkan masalah tersebut ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Poso dan agar menindak lanjuti kasus tersebut. Dan selain itu, kami juga rencananya akan melaporkan kasus ini kepada aparat penegak hukum agar mantan Kades Didiri yaitu MR bisa mempertanggung jawabkan semua masalah tersebut.

(Damai Tebisi)

Tinggalkan Balasan