Tak Kunjung Mendapat Perhatian Pemerintah, Warga Brakas Sumenep Keluhkan Fenomena Tahunan

0
50
Dusun Polo Talango Aeng, Desa Brakas, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur (Jatim) (Foto: Pilarpos/ISTIMEWA)
Dusun Polo Talango Aeng, Desa Brakas, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur (Jatim) (Foto: Pilarpos/ISTIMEWA)

24JAM.CO, SUMENEP- Tak kunjung mendapat perhatian khusus terkait abrasi yang sudah puluhan tahun dari pemerintah warga Dusun Polo Talango Aeng, Desa Brakas, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur rela pindah dari tanah miliknya.

Karena diduga sampai sekarang pun pemerintah tidak pernah merespon positif fenomena alam ini, Padahal fenomena abrasi ini sudah puluhan tahun.

Mu’ari (62) memaparkan kepada media, agar pemerintah turun untuk membantu menyelamatkan pulau terpencil yang terpisah dari daratan di kawasan Desa Brakas, Kecamatan Raas tersebut,

“Tolong bantu kami pak, karena rumah kami sudah sekitar 5 Meter dari bibir pantai,” ungkap Mu’ari penuh harap

“Kemaren kami bergotong royong mengundang warga setempat untuk membantu membuat tangkis laut dengan bahan seadanya, menebang kayu untuk di jadikan cagak dan mengumpulkan reruntuhan puing puing batu yang berserakan” inbuh Mu’ari.

Hal serupapun datang dari ibu Sulastrini (47) yang rumahnya sudah sekitar 6 meter dari bibir pantai seraya menangis kepada awak media, agar di bantu untuk di sampaikan kepada pemerintah.

Selain itu, Aktivis muda dan tokoh pemuda di Dusun Polo Talango Aeng, Mas’Awi Rois pun angkat bicara terkait fenomena alam ini. Kepada para pemangku kebijakan tolonglah agar ini lebih di utamakan, karena ini bukan tentang pembangunan, namun ini tentang keselamatan Pulau dan warganya.

“Bayangkan mereka rela meninggalkan tanah miliknya hanya karena abrasi laut yang sudah bertahun-tahun dan tidak ada keseriusan yang benar-benar intens dalam menanggulangi hal ini,” ungkap Mas’Awi

Selain itu, Pemakaman pun amblas terkikis oleh hantaman ombak, padahal Pulau Talango Aeng ini adalah bagian dari Indonesia,

“Kenapa? Mengapa? Kami tidak pernah di lirik secuil pun,” ujarnya

Padahal menurutnya, pulau terpencil ini banyak sekali keindahan alam yang tersimpan, Potensi air nya yang tawar, tanahnya yang subur

“Dan di pulau ini tempat berteduh semua nelayan, baik nelayan dari Kabupaten Sumenep sendiri maupun dari luar Provinsi lain” ucapnya.

Maka dari itu kami harap agar pemerintah baik tingkat Desa, Kecamatan maupun Kabupaten dan Provinsi betul-betul serius menyikapi abrasi ini. Begitu pun Dinas terkait BNPB dan BPBD Jatim dan DLH agar dapat membantu untuk merespon fenomena alam ini.

“Kasihan keluh kesah masyarakat kami, karena ini bukan berbicara tentang pembangunan tapi keselamatan,” tutpnya.

(Rois Maulana/igst/tm.Red)

Tinggalkan Balasan